PKS Lenteng Agung Adakan Kajian Tentang Jomblo

Spread the love

jagakarsa

Salah satu budaya yang diekspor oleh negara asing (barat) dan masuk ke Indonesia adalah pergaulan bebas. Budaya ini pelan – pelan mulai punya tempat di kalangan – kalangan muda Indonesia, hal ini bisa terlihat dan terdengar dari bermacam berita yang ada di media. Namun kini budaya yang dulu diagung – agungkan oleh barat akan aura kebebasannya dalam segala hal, termasuk kebebasan seks, kini di negaranya mulai mendatangkan masalah. Angka perceraian di negara barat sangat tinggi, sendi masyarakat pun runtuh, kemudian terjadilah dekadensi moral. Wabah AIDS pun menebarkan kengerian dan ketakutan karena semakin liarnya perilaku masyarakat dalam free sex. George Balusyi menuliskan dalam bukunya, Ledakan Seksual, “Pada tahun 1962, Kennedy sudah menjelaskan, masa depan Amerika diancam bahaya, sebab para pemudanya cenderung dan tenggelam di dalam syahwat sehingga tidak mampu memikul tanggung jawab yang harus dipikul di atas pundaknya. Setiap tujuh pemuda yang maju untuk jadi tentara, terdapat enam pemuda yang tidak pantas dijadikan tentara. Sebab syahwat yang telah mereka lampiaskan itu, telah merusak keseimbangan hygienis dan psikis mereka.”

PKS Lenteng Agung mencoba mengingatkan para kader dan simpatisan khususnya yang masih “jomblo” tentang urgensi pernikahan. Kegiatan ini berlangsung pada hari minggu (17/4) di aula SDIT Al Farabi. Sebagai pembicara adalah ustadz Hidayaturrahman, yang juga merupakan ketua DPC PKS Jagakarsa.

Rapuhnya pondasi keluarga dengan alasan kebebasan tanpa batas yang semakin meluas di tengah masyarakat Barat, menyebabkan anak-anak dan remaja menjadi korban utamanya. Kini anak-anak yang lahir dari hubungan di luar nikah di negara-negara Barat terus bertambah dengan angka yang semakin mengkhawatirkan. Di Jerman misalnya, data yang dikeluarkan dinas statistik federal menunjukkan setiap satu dari tiga anak yang lahir di Jerman salah seorang di antaranya lahir dari hubungan di luar nikah. Selain itu, ibu dan bapak mereka juga tidak jelas.

Eurostat melaporkan, posisi tertinggi tingkat kelahiran anak di luar nikah di kalangan negara anggota Uni Eropa ditempati oleh Estonia yang mencapai 59 persen. Sedangkan posisi terendah ditempati oleh Yunani dengan tingkat kelahiran di luar nikah sebesar tujuh persen. Eurostat juga melaporkan bahwa tingkat kelahiran anak dari hasil hubungan di luar nikah di Prancis sebesar 53 persen, Inggris 46 persen, Austria 39 persen dan Italia 24 persen.

Hubungan seksual di luar nikah di kalangan remaja AS juga semakin menjamur. Media massa lokal juga memberitakan terjadinya peningkatan jumlah pelajar yang hamil akibat hubungan di luar nikah hingga melahirkan anaknya. Beberapa waktu lalu, sebuah surat kabar AS memberitakan seorang anak berusia 14 tahun melahirkan di kamar mandi, tidak hanya itu, ia juga menyembunyikan bayinya dalam sebuah kardus tersembunyi. Sebuah laporan statistik mengungkapkan data bahwa lebih dari sepertiga remaja perempuan AS di bawah umur 20 tahun sudah pernah hamil. Fenomena tersebut menjadi masalah sosial besar yang dihadapi negeri Paman Sam saat ini.

Ustadz Hidayaturrahman mengungkapkan bahwa pernikahan adalah ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW. Tujuan pernikahan itu ada tiga, dan bisa disingkat dengan TAG. T adalah “Tujuan yang jelas yakni karena ibadah kepada Allah”, A yakni “Abadi cinta dan kebahagiaan” dan terakhir adalah G untuk “Generasi yang ingin melanjutkan kebaikan Al Islam.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *