PKS Jaksel Terus Berjuang Agar Buruh Mendapatkan Kesetaraan dan Keadilan

Spread the love

kabid pekerja pks jakselHari Buruh adalah momentum bagi kita semua untuk memberikan penghormatan dan penghargaan jasa buruh bagi bangsa Indonesia. Dalam memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2017, Ketua Bidang Pekerja Petani dan Nelayan (PPN) DPD PKS Jaksel, Bang Agus Priyona mengatakan bahwa berkhidmat untuk buruh meliputi tiga hal. “Pertama, memberikan Pelayanan bagi para buruh, kedua yakni memberikan pemberdayaan bagi buruh, dan ketiga adalah memberikan advokasi atau pembelaan buruh dalam ranah hukum, ” ujar Bang Agus Priyona.

Sementara Ketua DPD PKS Jaksel, Al Mansur Hidayatullah mengemukakan bahwa ditataran peraturan dan perundang – undangan, PKS juga berusaha memperjuangkan perda dan praturan perundangan agar menjadi payung hukum yang lebih kokoh bagi buruh. “Kita harus bisa bekerja di negeri sendiri. Bekerjaan di luar negeri merupakan merupakan pilihan bukan keterpaksaan, ” tambah Al Mansur Hidayatullah.

Masih banyak kita mendengar dan melihat masalah ibadah yang dialami banyak buruh kita. Seperti waktu untuk sholat yang terbatas, jilbab yang tidak diperbolehkan, aktivitas sosial keagamaan yang dipersulit dan lain sebagainya. Selain itu juga masih menjadi maslah klasik tentang kondisi buruh migran kita di luar negeri, seperti kendala bahasa, skill yang belum banyak, kontrak mandiri, juga terkait masih banyaknya calo dan pemalakan buruh migran yang pulang ke Indonesia, termasuk pemotongan upah secara sepihak oleh perusahaan penyedia TKI.

Sejauh ini, menurut ketua Bidang Pekerja DPD PKS Jaksel, Bang Agus Priyona, PKS terus mendukung gerakan kaum buruh memperjuangkan hak-hak pekerja. Dalam kesempatan ini, Agus Priyona menyatakan bahwa, “Buruh merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat gelombang ketiga, yakni ada kelas pekerja, the working class.”

Senada dengan Bang Agus, Ketua PKS Jaksel, Ustadz Al Mansur menambahkan bahwa, “PKS terus dan selalu memperjuangkan dan menuntaskan isu-isu yang selama ini krusial yang di rasakan kawan-kawan buruh seperti solusi dari upah murah, solusi terhadap kontrak dan outsourching, asuransi kesehatan dan akan mengawal terus perkembangannya.”

Selain itu, Ketua DPD PKS Jaksel juga mendesak pemerintah untuk segera dapat menstabilkan harga-harga bahan pokok yang naik, tidak menaikan tarif listrik maupun BBM. “Kita berharap semoga buruh bisa mendapatkan hak-hak dan keadilannya sehingga dapat meningkatkan efektifitas kinerjanya. Perlu ada kehadiran negara untuk memastikan bahwa terciptanya hubungan industrial yang kondusif bagi kesejahteraan buruh,” Sambung Al Mansur.

Dengan adanya kesejahteraan yang mencukupi terebut, akan mendorong produktivitas buruh yang tinggi. Karena buruh akan merasa dihargai dan bekerja secara giat dan gembira. “Perlu dibangun hubungan yang mutual, bukan konfliktual, antara buruh dan pihak perusahaan. Pemerintah, harus sensitif dalam mengeluarkan kebijakan, terutama yang berdampak langsung pada buruh, seperti kenaikan harga,” ujar Bang Agus Priyiona, Ketua Bidang Pekerja PKS Jaksel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *