Nonton Film “Bulan Terbelah di Langit Amerika” Bareng Hidayat Nur Wahid

Spread the love

HNW

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid tak mau ketinggalan untuk menonton film Bulan Terbelah di Langit Amerika. Cerita film ini nampaknya menarik perhatian politikus dari PKS ini. Beberapa penonton meminta foto bersamanya usai nonton film yang dibintangi Acha Septriasa dan Abimana Aryasatya ini.

Melalui instagram salah satu penonton mengunggah foto bersama dengan Hidayat Nur Wahid. Dalam keterangan fotonya pemilik akun juga merekomendasikan film ini kepada pengikutnya. “Baru selesai menonton “Bulan Terbelah di Langit Amerika” bersama Ustadz Hidayat Nur Wahid. Film sangat recommended buat masyarakat Muslim yang terjajah atau bingung oleh stigma dan framing Barat berdasarkan kebencian atas Islam dengan senantiasa menganggap Islam adalah agama teroris. Ketahuilah, DUNIA TANPA ISLAM ADALAH DUNIA TANPA KEDAMAIAN :),” tulis akun @askungmuhammad

Film Bulan Terbelah di Langit Amerika mengisahkan Hanum (Acha Septriasa) seorang jurnalis muslim dan bekerja di sebuah kantor berita di Wina, diberi tugas untuk menulis artikel provokatif oleh bos redaksi, berjudul “Apakah dunia lebih baik tanpa Islam?”. Untuk menjawabnya, Hanum harus bertemu dengan korban tragedi 9/11 di New York, Azima Hussein (Rianti Cartwright), seorang mualaf yang bekerja di sebuah museum, dan anaknya, Sarah Hussein.

Pada saat yang bersamaan, Rangga (Abimana Aryasatya) suaminya, juga ditugasi oleh Profesornya untuk mewawancara seorang milyuner dan philantropi Amerika bernama Phillipus Brown, demi melengkapi persyaratan S3 nya. Brown dikenal eksentrik, misterius, dan tidak mudah berbicara dengan media.

Rangga diminta untuk menemui Stefan (Nino Fernandez) dan kekasihnya Jasmine (Hannah Al Rasyid) yang berada di New York yang telah mengatur pertemuan eksklusif dengan Brown. Malang tidak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, tugas mereka berantakan ketika sebuah demonstrasi besar berakhir ricuh dan membahayakan keselamatan mereka. Konflik film Bulan Terbelah di Langit Amerika ini lebih beragam dari prekuelnya 99 Cahaya di Langit Eropa.

Sumber : Bintang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *