Memasuki Bulan Februari, PKS Pancoran Adakan Konsolidasi Ruhiyah

Spread the love

Ago2GsT-na_xohKbYon8kT51hl3_I_Y3w2oHmBY_6kSPversi2

Di tengah realitas problematika bangsa kita hari ini adalah sederet agenda-agenda besar yang mesti kita lakukan demi membuat kehidupan bangsa dan bernegara ini menjadi lebih baik, adalah tugas kita bagaimana memerankan salah satu peran warga negara dan juga ummat yang baik di tengah kehidupan sosial kemasyarakatan.  Syarat pertama yang harus dilalui oleh umat ini adalah Kebangkitan spiritual, tema ini adalah salah satu episode terpenting dalam episode-episode kebangkitan. Dalam kisah Ashhabul ukhdud, walaupun secara kasat mata sang pemuda mukmin mati dipanah akan tetapi semangat keteguhan, idealismenya dalam mempertahankan ideologinya bisa membangkitkan dan menggerakan sanubari manusia yang menyaksikannya.

Selasa (2/2) malam, para kader PKS Pancoran ramai memadati acara “Konsolidasi Ruhiyah” yang digelar oleh bidang kaderisai DPC PKS Pancoran di masjid Al Amin Rawajati. Dalam perjalanan sejarah kita dapat mengambil point of information bahwasanya setiap prosesi kebangkitan tidaklah terealisasi melainkan dengan konsolidasi ruhiyah, konsolidasi orientasi dan  konsolidasi prinsip, ini merupakan agenda-agenda yang mesti dilakukan ketika hendak menebar cahaya kebaikan di setiap lini kehidupan manusia. Setidaknya ada dua agenda penting yang mesti kita lakukan dalam strategi perjuangan ruhiyah yang sedang kita jalani saat ini. Pertama yakni membangun kekuatan ruhiyah, kemudian kedua adalah membangun kekebalan ruhiyah.

Ustadz Abdul Muiz sebagai satu – satunya pembicara mengatakan bahwa, “Berbuat kebaikan musti istiqomah dan konsisten. Berada di jalan kebaikan itu harus bergerak bukan diam. Sudah jadi kader bertahun tahun tetapi tidak makin dekat sama Allah, itu bukan istiqomah.” Beliau juga menambahkan, “Orang menolak kebaikan apa yang kita sampaikan, itu urusan orang itu dengan Allah. Tetapi, jika orang menolak kebaikan karena cara kita menyampaikannya yang salah, maka itu urusan kita dengan Allah. Menyampaikan kebaikan itu dilakukan dalam semua kondisi. Senang atau susah, sehat atau sakit. Bahkan menjelang meninggal pun, Rosulullah masih sempat menasehati … ummati..ummati.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *