Belajarlah Pada Fenomena Alam, Salah Satunya Fenomena Gerhana Matahari

Spread the love

AkFC7uy_AxrBRN28odXO6DlAfsGjNHafXUDhpnXOpZDg

Adanya sebagian manusia yang terus melakukan penyebaran kebaikan dan kebenaran di bumi ini, itu merupakan sebagian dari sunnatullah yang menyempurnakan keseimbangan alam ini. Hilangnya kelompok ini akan menyebabkan keseimbangan itu bergeser menjadi tidak seimbang dan bisa menggoncangkan seluruh alam ini.

Oleh karenanya, dakwah rabbani yang merupakan aktivitas penyebaran kebaikan dan kebenaran ini adalah satu kepastian dan ketetapan Allah SWT. Ia tidak mungkin hilang, sekali pun dibenci oleh mayoritas orang atau dibully bertubi-tubi oleh para haters.

Kita bisa bayangkan ketika matahari tidak ada lagi atau gaya gravitasi bumi lenyap, apa gerakan kerusakan yang akan terjadi ? Demikianlah juga keberadaan dakwah, Ia seperti matahari, bulan, bintang – bintang, gravitasi, air dan udara yang membentuk sebagian dari sunnah alam yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Tanpa kesemuanya itu, tentulah akan berlaku kiamat.

Ustaz Hassan al-Hudhaibi pernah mengatakan, “… Semua peristiwa mesti tunduk kepada kitab Allah dan sunnah rasulNya. Agama ini sebenarnya aturan yang ditetapkan oleh Allah kepada manusia, sebagaimana Dia menetapkan hukum alam kepada matahari, bulan, hewan dan tumbuh-tumbuhan serta kepada segala apa yang ada di langit dan juga bumi.”

Beliau juga berkata, “Jika matahari mempunyai poros dan gravitasi, bumi juga mempunyai poros dan beredar di atas orbitnya, maka demikian jugalah manusia dengan agama ini. Apabila agama ini hilang dari manusia, akan pincanglah keseimbangan. Siapapun yang berfikir mendalam pasti dapat melihat lebih jauh dari itu. Alam ini mempunyai bentuk yang sangat indah. Agama ini adalah sebagian darinya.”

 “Kalaulah hari ini kita lihat Islam telah dipinggirkan dari kehidupan manusia, maka itu semua hanyalah seperti gerhana matahari. Segala kejahatan, kedzaliman dan kerusakan di muka bumi ini akibat jauhnya manusia dari Islam. Saat gerhana matahari berlangsung, binatang -binatang akan kembali berlindung di sarangnya. Secara fitrah, mereka tahu bahwa ada keganjilan atau anomali yang sedang terjadi, tetapi mereka juga tahu bahwa waktu terbenamnya matahari masih lama. Binatang – binatang itu terus menunggu dan tidak mau tidur.  Maka seperti itulah kondisi penyingkiran Islam dari kekuasaan atau dari politik, ekonomi dan juga aspek – aspek kehidupan yang lain, suatu peristiwa besar dan luar biasa, namun ia bukan berarti tenggelamnya Islam. Itu hanya suatu peristiwa ganjil atau anomali yang bersifat sementara. Sehingga harapannya, umat islam jangan tertidur saat gerhana matahari itu terjadi. Mereka harus sadar bahwa sesaat lagi kondisi akan segera pulih,“  ujar Ustadz DR Agus Lc. MA dalam acara “malam bina iman dan taqwa (mabit)” kader PKS Jaksel pada malam Minggu (23/1) kemarin di Pancoran.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *