Al Mansur : Bangkit Itu Tidak Ada, Tidak Ada Kata Menyerah

Spread the love

DSC_0218Menguatnya spirit persatuan dan kebangkitan umat Islam Indonesia, seyogyanya diarahkan ke arah kebangkitan yang positif untuk bangsa dan negara Indonesia.

Beberapa contohnya, menurut Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Selatan, Ustadz Al Mansur yakni dengan menggairahkan lagi gerakan-gerakan sosial kemasyarakatan seperti shalat subuh berjamaah, buka puasa bersama, tadarus bersama, one day one juz, kuliah dhuha, koperasi, silaturahim akbar dan lain – lain.

“Gerakan seperti itu patut didukung untuk menjaga aura ukhuwah persatuan Islam yang tengah bangkit di perkotaan,” ujar Ustad Al Mansur, ketua DPD PKs Jaksel. Kita harus berbangga dan mendukung hal tersebut, bukan malah apriori. “Kita bahkan patut bangga karena semangat umat Islam di perkotaan kini mulai terlihat bangkit, pun begitu di Jakarta Selatan” tuturnya.

Ustadz Al Mansur juga mengutip kata – kata tentang kebangkitan, “Bangkit itu Malu, malu untuk berkata kasar, malu untuk mencaci maki, malu ribut melulu. Bangkit itu Senang, senang melihat orang lain senang. Bangkit itu Marah, marah bila harga diri umat dilecehkan. Bangkit itu Tidak Ada, tidak ada kata menyerah dan tidak ada putus asa.”

Ustadz Al Mansur meminta Kader PKS Jaksel tidak boleh ikut- ikutan gejala yang kurang baik, seperti konflik, permusuhan, caci maki, saling umpat dan saling serang, kini hal itu kembali marak di media sosial maupun dunia nyata. Ustadz Al Mansur juga mengingatkan kader PKS Jaksel agar bisa menghindari berita yang tidak jelas, berita hoax yang berisi fitnah atau memecah persatuan dan kesatuan umat. Kader PKS harus bisa hadir sebagai solusi kenyamanan, kesejukan, ketenteraman dan menyatukan elemen – elemen umat ini. “Sebagai Kader Partai Islam, kader harus hadir sebagai penyejuk di tengah konflik yang terjadi saat ini, kader harus bisa menjadi pemersatu dan perekat ukhuwah umat,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *