Default Web Anda | Update:
PKS-Jaksel.or.id
Cari  
Beranda
Kamis, 09 September 2010 @ 17:05
  
   
   
 
Belum terdaftar? Daftar akun baru
Sekretariat
Jl. Cilandak KKO Raya No. 17 Kelurahan Cilandak Timur
Kecamatan Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12560
Telp: +6221-780-1-870
E: redaksi[at]pks-jaksel.or.id
User Terakhir Online
ningsih
5:06:56 - 09.09.2010
wahyoedie
11:41:15 - 02.09.2010
andrian
14:13:07 - 30.08.2010
albatani
16:52:38 - 27.08.2010
ali
10:17:01 - 27.08.2010
Aktivitas | DPD Jakarta Selatan
Kamis, 26 Nopember 2009 - 00:00 (262 Dibaca)
Hari Guru Nasional : Guruku Sayang, Guruku Malang
 www.pks-jaksel.or.id
Kirim artikel ini ke teman Cetak halaman ini

PKS jaksel : Tanggal 25 Nopember ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional, hal ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap profesi mulia yang disandang oleh guru sebagai pahlawan tanpa tanda saja.

Namun sayangnya, kebesaran gelar yang melekat pada tubuh para guru tidak dibarengi oleh peningkatan kesejahteraan hidup. Kerap mucul di pemberitaan, unjuk rasa para guru yang menuntut kenaikan pendapatan.

Ketua DPD PKS Jakarta Selatan Drs. Khoiruddin, M.Sc yang juga seorang praktisi pendidikan mengatakan bahwa adanya kesenjangan pendapatan antara guru-guru PNS dan non PNS. Hal ini disebabkan oleh belum efektifnya pelaksanaan program sertifikasi dan program in-passing.

“Sebenarnya terdapat apresiasi yang tinggi dari guru-guru non PNS terhadap pemerintah dengan adanya kesempatan pemerataan pendapatan melalui program sertifikasi dan in-passing, tapi sangat sulit dalam pelaksanaanya,” tutur putra asli Betawi ini.

Untuk dapat mengikuti program in-passing seorang guru harus mengajar selama 24 jam dalam seminggu. Sementara tidak semua sekolah swasta memiliki kelas yang banyak, sehingga waktu 24 jam perminggu tidak dapat terpenuhi. “Dengan tidak terpenuhi target tersebut, maka kesempatan untuk perbaikan pendapatan tidak terpenuhi,” cetusnya.

Lebih lanjut, Khoiruddin mendorong Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) untuk meminta pemerintah meninjau kembali program in-passing tersebut, agar ada penghargaan kepada guru-guru yang bekerja kurang dari 24 jam.

“Harusnya yang kurang dari 24 jam juga dapat kompensasi, misalnya sudah mengajar 18 jam atau 20 jam. Jangan dipukul rata, 24 jam dapat, dan kurang dari 24 jam tidak , itu tidak adil,” cetusnya.

Mengenai alokasi dana pendidikan sebesar 20 persen, Khoiruddin meminta pemerintah agar dalam pelaksanaanya dana tersebut diperuntukan bagi kesejahteraan guru dan peserta didik, melalui peningkatan pendapat guru dan pembebasan biaya sekolah bagi siswa.

“Jangan hanya digunakan untuk pembangunan dan peremajaan fisik sekolah. Dananya ya kembali ke mereka yang suka bermain proyek” pungkasnya. (adine)



Kirim ke rekan  Kirim artikel ini ke teman  | Cetak naskah ini  Cetak halaman ini
Hari Guru Nasional : Guruku Sayang, Guruku Malang | Log-in atau daftar username baru | 0 Komentar
Komentar adalah pernyataan yang dibuat oleh seseorang dari postingnya.
Hal tersebut tidak harus mencerminkan opini dari situs ini.

Yang Online: Ada 9 user yg belum daftar dan 0 user terdaftar
Situs resmi (Official Site) DPD PKS Jakarta Selatan. Online sejak Juni 2003. [hdn] + Postnuke. Seluruh artikel, gambar, dan sebagainya yang ada di dalam situs ini adalah milik DPD PKS Jakarta Selatan, dan boleh disebarluaskan untuk kepentingan da'wah dengan tetap mencantumkan URL situs ini dan pemiliknya.
Redaksi: redaksi at pks-jaksel.or.id - Webmaster: webmaster at pks-jaksel.or.id