|
PKS Jaksel: Kata siapa aksi atau demonstrasi hanya untuk orang dewasa? Anak-anak dan balita pun bisa ikut aksi. Apalagi demi membela Palestina. Namun tak lupa, ibunda mereka tetap setia mengiringi.
Ahad sore yang luar biasa di wilayah Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Wilayah yang pernah menjadi lahan dakwah Ust. Rahmat Abdullah (alm) ini memang kini sedang butuh penyegaran dakwah Islam. 18 Januari lalu, Forum TPA se-Karet Kuningan yang di gagas oleh kader-kader PKS Karet Kuningan, mengadakan karnaval untuk solidaritas Palestina.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 anak-anak dan ibu-ibu ini berlangsung meriah. Peserta terdiri dari anak-anak usia TK, SD, dan SMP, laki-laki dan perempuan. Warga di sekitar jalan-jalan yang dilalui karnaval pun merasa antusias, terbukti tidak sedikit yang menginfakkan sebagian hartanya ke dalam sunduq-sunduq Palestina yang telah disiapkan panitia karnaval.
Untuk memeriahkan suasana, panitia menggunakan sound system yang didorong gerobak. Nasyid bertemakan perjuangan memberikan suasana semangat mengiringi peserta ini.
Rute karnaval yang berjarak sekitar 1 km ini tidak membuat peserta mengeluh. Mereka dengan gembira meneriakkan yel-yel “Bebaskan Palestina, Hancurkan Israel” berulang-ulang sambil mengibarkan bendera Palestina dan poster-poster bertema Palestina. Kegiatan karnaval diawali dengan pembacaan puisi oleh peserta yang diwakili oleh Himmah Syahidah dan Rufaidah.
Kemudian peserta karnaval berjalan santai melalui rute yang telah ditentukan, yaitu melewati Jalan Anggrek, Kampung Sedikit, hingga finish di Pedurenan Masjid. Sepanjang perjalanan, orasi tak henti-henti dikumandangkan, beberapa anak sibuk membagikan brosur berisi kecaman kepada Israel dan boikot produk Israel, ada pula yang menerima infaq dari warga sekitar, serta peserta lainnya larut dalam euphoria lantunan nasyid haroki dan yel-yel untuk Palestina.
Di akhir perjalanan, karnaval ditutup dengan pembacaan puisi kembali oleh Aya Sofia dan Ayu sebagai perwakilan dari peserta berusia remaja. Sebelum ditutup, ada pula aksi teatrikal, yaitu dengan menginjak-injak bendera Israel.
Alhamdulillah, karnaval berjalan lancar dan berhasil terkumpul infaq sebanyak Rp506.500,00 selama sekitar satu setengah jam karnaval itu dilaksanakan. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan di berbagai tempat lainnya untuk membuktikan bahwa rakyat Indonesia, orang tua dan anak-anak, juga peduli akan nasib bangsa Palestina.(IP)
Kirim ke rekan

| Cetak naskah ini
|